Jumat, 18 November 2011

Kencantikan Tak Bisa Lebih Penting Dari Kesehatan

Apakah putih, halus, bercahaya dan awet muda menjadi sesuatu yang mutlak dibanding nilai kesehatannya? Ini yang kadang terlupakan oleh para wanita “pemburu” kulit putih. Sesungguhnya wajah yang putih dan bersinar itu tidak harus dihasilkan dari produk-produk pemutih kulit yang kini banyak ditawarkan di pasaran. Pemanfaatan bahan-bahan alami dari tanaman dapat mengurangi resiko atau efek samping pada kulit, dibandingkan dengan penggunaan pemutih yang berbahan dasar kimiawi”,tutur Audra salah seorang distributor obat kecantikan kulit fedra shop ..



Ia menjelaskan, bahwa Cantik dalam perspektif wanita modern bukan hanya sekedar kecerdasan berpikir, perilaku yang baik, kepribadian yang menarik. Bukan hanya ketiga hal tersebut yang menjadi sesuatu yang harus dimiliki setiap wanita namun sekarang ini kecantikan secara fisik juga membutuhkan perhatian ekstra untuk para wanita. Tidak dapat dipungkiri kecantikan fisik yang biasa mereka maksud adalah tubuh proporsional, kulit wajah dan tubuh yang putih, halus, bercahaya dan awet muda. Berbagai produk-produk pemutih kulit pun membanjiri pasar kosmetika. Mulai dari krim pemutih yang dapat menghilangkan noda/flek hitam di wajah, krim pemutih disertai kandungan anti keriput, krim pemutih yang menjanjikan dapat memutihkan kulit dalam waktu singkat (hanya dalam beberapa hari saja), pemutihan kulit melalui proses penyuntikan,dan berbagai macam cara untuk memutihkan kulit yang banyak ditawarkan di klinik-klinik dan salon kecantikan mulai dari cara dan alat yang tradisional hingga menggunakan alat-alat yang modern.

Kecerdasan, Kepribadian menarik dan kecantikan fisik itu penting bagi seorang wanita, namun apakah kecantikan fisik yang dimaksud menjadi sesuatu yang “harus”? Apakah memikat hati sang pria pujaan hati harus dengan kulit putih? Semua itu bak sihir yang membuat para wanita berlomba-lomba memutihkan kulitnya (khususnya wajah) dengan berbagai cara. Terkadang bukannya kulit putih cantik malah nampak wajah yang mengelupas dan memerah.
Semoga berguna

Kamera Handphone Yang Tak Se Fleksibel Kamera Analog Biasa

Siapa siy orang yang gak tau yang namanya Handphone / HP, Jika dulu HP hanya dimiliki oleh orang orang yang kaya maka sekarang semua orang hampir sudah mempunyai HP dari petani, buruh, tukang becak, anak sekolah, guru bahkan sampai Presiden mareka semua sudah mempunya HP. Seiring dengan keperluan tersebut sekarang perkembangan teknologi Handphone juga berkembang sangat pesat. Sekarang Handphone adalah alat yang selalu kita bawa kemana – kemana, bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi namun juga karena ia memiliki kemampuan yang lebih karena sekarang HP juga berfungsi sebagai pemutar mp3, GPS, perekam, organizer dan tentu saja kamera sebagai salah satu nilai lebih dari sebuah Handphone pintar saat ini



Memotret atau mengambil gambar dengan kamera handphone gampang2 susah. Gampangnya adalah kalo kita menggunakan handphone dengan megapixel tinggi dan fitur yang bervariasi. Susahnya jika kamera handphone kita hanya mempunyai megapixel di bawah 2. Secara teknis tentunya kamera handphone dengan megapixel yang tinggi akan menghasilkan gambar berkualitas dibandingkan dengan kamera handphone berpixel rendah. Ucap Rendy Kusumo salah satu pakar Fotografi dari f2f studio

Pendapat di atas adalah pendapat yang sangat dasar tapi sebenarnya mengambil gambar dengan kamera handphone itu memang sangat tidak mudah, banyak faktor yang harus diperhatikan juga. Dari mulai pencahayaan sampai pada sudut pandang dan objek
Dengan terus bertambahnya kemampuan kamera handphone (megapiksel, kualitas lensa dan adanya flash), frekuensi dan jumlah penggunanya juga semakin banyak. Sayangnya, hasil foto menggunakan kamera ini masih tetap terbatas. Bukan semata karena kualitas kamera namun juga mungkin cara kita menggunakannya…Ya namanya juga kamera handphone,pastinya kualitasnya masih belum bisa di bandingkan dengan kamera DSLR sekalipun walau hampir mendekati

Semoga berguna

Kamis, 17 November 2011

Asal Usul Jam Kerja Sepanjang 8 Jam Sehari

Selama Revolusi Industri, banyak perusahaan berusaha untuk memaksimalkan produksi dari pabrik-pabrik mereka dengan menjaga agar pabrik-pabrik tersebut bekerja dengan jam sebanyak mungkin setiap harinya. Biasanya mereka akan menerapkan jam kerja dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Upah yang diberikan juga sangat rendah, sehingga para pekerja sendiri sering mengajak anak-anak mereka untuk bekerja di pabrik-pabrik sebagai buruh dibanding menyekolahkan mereka. Dengan sedikit representasi, pendidikan, atau pilihan, pekerja pabrik juga cenderung untuk bekerja dalam kondisi kerja yang buruk. Jam kerja pada masa saat ini biasanya berlangsung antara 10-18 jam per hari, enam hari seminggu.
Tapi, ini semua mulai berubah pada abad ke-19. Orang yang pertama menyarankan jam kerja sepanjang 8 jam sehari adalah seorang berkebangsaan Inggris bernama Robert Owen, yang juga salah satu pendiri paham sosialisme. Owen merasa bahwa waktu dalam sehari seharusnya dibagi menjadi tiga, dimana para pekerja harus mendapatkan perbandingan waktu yang sama untuk diri mereka sendiri dan tidur istirahat seperti yang mereka lakukan untuk bekerja. Pada tahun 1817, ia mulai berkampanye dengan kalimat slogan, “Delapan jam kerja, delapan jam rekreasi, delapan jam istirahat.” Sayangnya, hal ini tidak mendapat tanggapan serius selama beberapa waktu, sampai pada abad ke-19 dimana terjadi serangkaian demo para buruh yang berlalu dengan peningkatan kondisi kerja dan pengurangan jam kerja bagi pekerja pabrik. Sehingga akhirnya, ditetapkan bahwa wanita dan anak-anak diberi jam kerja selama 10 jam sehari.

Usulan jam kerja 8 jam sehari muncul sekali lagi di Inggris pada tahun 1884 yang dicetuskan oleh Tom Mann yang merupakan anggota dari Federasi Sosial Demokrat. Mann kemudian membentuk “Eight Hour League” yang salah satunya bertujuan agar jam kerja 8 jam sehari ditetapkan. Kemenangan terbesar mereka datang ketika mereka berhasil meyakinkan Trades Union Congress, yang mewakili mayoritas serikat buruh di Inggris untuk menetapkan jam kerja 8 jam sehari yang bahkan berlaku sampai hari ini. Dorongan untuk memangkas jam kerja dimulai lebih awal lagi di Amerika Serikat, pada tahun 1791, dimana para pekerja di Philadelphia mendesak untuk diberlakukannya jam kerja 10 jam sehari termasuk di dalamnya 2 jam waktu untuk makan. Pada tahun 1830-an, dukungan untuk jam kerja 8 jam sehari dicetuskani diantara mayoritas rakyat kelas pekerja di Amerika Serikat, tapi masih gagal untuk menemukan dukungan di antara pemilik perusahaan.

Momentum kemudian didapatkan ketika beberapa “Eight Hour League” terbentuk di Amerika Serikat, seperti yang Mann dirikan di Inggris pada waktu yang sama. Pada tahun 1884, The Federation of Organized Trades and Labor Unions menyatakan bahwa tanggal 1 Mei 1886 akan menjadi hari pertama dimana jam kerja 8 jam sehari diwajibkan. Namun hal ini diabaikan oleh para pemilik perusahaan sehingga menyebabkan para buruh mogok kerja dan melakukan aksi protes. Sehingga ketika 1 Mei 1886 tiba, sekitar 350.000 pekerja mogok dari pekerjaan mereka memprotes untuk diberlakukannya jam kerja 8 jam sehari. Pada tahun 1905 para pemilik industri akhirnya mulai menerapkan jam kerja 8 jam sehari atas inisiatif mereka sendiri. Salah satu perusahaan yang pertama menerapkan hal ini adalah Ford Motor Company, pada tahun 1914, tidak hanya itu mereka juga menggandakan gaji para pekerja mereka. Yang mengejutkan, hal ini malah mengakibatkan produktivitas Ford meningkat secara signifikan dan margin keuntungan Ford menjadi dua kali lipat dalam dua tahun setelah menerapkan perubahan ini. Hal ini kemudian mendorong perusahaan lain untuk mengambil langkah serupa.

Sumber : Kaskus

Burung Garuda : Logo of 2011 Indonesia SEA Games

Logo of 2011 Indonesia SEA Games

To host the SEA Games in 2011 has the meaning of hard work for Indonesia. Many things must be prepared to pick up the success Games of these Southeast Asian countries.

In addition to selecting beautiful date 11 November 2011 or 11/11/11 to set as the day of opening ceremonies, Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) also prepared a variety of efforts for the SEA Games to be memorable especially for Indonesia and all participating countries. One of the impressions building efforts is done by specifying a logo that depicts Eagle with the philosophy of "Garuda Flight above Indonesia Nature”. As a symbol of the country, Garuda in the global sphere is well known and directly associated with Indonesia.


Garuda logo was officially introduced January 15, 2011 at the kick off event, 300 Days toward the SEA Games in Tanah Airku Theatre, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Physically, the Garuda symbolizes the power and its flaps wings represent the grandeur or glory.


In the logo, the head was given the red streaks symbolizing courage, fighting spirit, the spirit of play which also reflects the nationalism. The green streaks shaped mountain symbolizing Indonesia Nature Mountains and streaks of blue wave symbolizing the ocean archipelago.


The concept, is about the mighty Garuda as a guidance and as a protective figure, flying high above the Earth Mother which is rich in natural resources of forest, mountain, and maritime.


This spirit seems able to inspire athletes of Indonesia, from Sabang to Merauke. Proud of their own country and compete in sportsmanship with friendly countries.


Eleven small orange circles that resembles the petals form of a large circle is a representation of the 11 participating countries.

KLASEMEN SEMENTARA SEAGAMES 2011

Perolehan Medali Sea Games 2011 Hasil Klasemen Sementara SEAGames Palembang Terkini. Indonesia terus memimpin klasemen sementara perolehan medali emas di SEA Games XXVI.

Update : 11/18/2011, Pukul : 11.43
Referensi : http://seag2011.com/


free counters